Documents

Semangat

Description
Description:
Categories
Published
of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Transcript
  Journal of Dental Technologi Vol 4. No.1 January  –  June 2015 : 1 - 7 1 Peranti retensi pasca perawatan ortodonti (Retainer after orthodontic treatment) Sianiwati Goenharto, Elly Rusdiana Departemen Kesehatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga Surabaya-Indonesia  ABSTRACT: Backgrounds:  After orthodontic treatment has finished, treatment result must be maintained in order to  prevent relapse. Retainers must be worn to avoid the tendency of going back to the previous condition. Purpose:  This literature study was aimed to preview several retainers that can be chosen, such as fixed retainer, removable acrylic based retainers, and vacuum formed retainers. Reviews:  Fixed retainers are frequently recommended for the lower jaw and after correction of rotated teeth. Removable acrylic based retainers such as Hawley retainer with many modifications are still widely used because of its simple and has several advantages, although vacuum formed retainer are also being chosen to replaced them because of esthetic factor. Conclusion:  Every retainerhas its own advantages and disadvantages. It depends on the favour and supporting by the experienced of the operator, type of malocclusion that has been treated. Fixed retainer, removable acrylic based retainers, and vacuum formed retainers can be chosen to prevent relapse after orthodontic treatment. Keywords:  retainer, orthodontic, acrylic retainers, fixed retainers.  ABSTRAK: Latar belakang:  Setelah perawatan ortodonti selesai, hasil perawatan perlu dipertahankan agar tidak relaps. Pemakaian peranti retensi diperlukan untuk mencegah hasil perawatan kembali ke posisi semula. Tujuan:  Studi literatur ini bertujuan untuk mengulas beberapa macam peranti retensi yang bisa dipilih yaitu peranti retensi cekat, peranti retensi berbasis akrilik dan peranti retensi vacuum formed. Tinjauan pustaka:  Peranti retensi cekat  sering menjadi pilihan terutama di rahang bawah dan rotasi multipel. Peranti retensi berbasis akrilik masih sering dipilih karena sederhana dan berbagai keuntungannya, meskipun peranti retensi vacuum formed lebih banyak menggantikannya karena faktor estetik. Kesimpulan:  Masing-masing peranti retensi mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemilihan sangat tergantung pada selera dan ditunjang dengan pengalaman operator, serta macam kasus yang dihadapi. Baik peranti retensi cekat, berbahan dasar akrilik dengan desain tertentu dan clear retainer dapat menjadi pilihan untuk mencegah relaps setelah perawatan ortodonti.. Kata kunci:  peranti retensi, ortodonti, peranti retensi akrilik, peranti retensi cekat. Korespondensi (correspondence ): Sianiwati Goenharto, Departemen Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya. Jl. Mayjen Prof. Dr Moestopo 47 Surabaya 60132. Indonesia. E-mail: sianiwati.goenharto@yahoo.co.id Literature review  Journal of Dental Technologi Vol 4. No.1 January  –  June 2015 : 1 - 7 2 PENDAHULUAN Fase retensi adalah suatu fase perawatan ortodonti yang mempertahankan gigi pada keadaan posisi hasil koreksi sesudah peranti aktif dilepas. Peranti retensi akan mencegah kecenderungan gigi untuk kembali ke posisi sebelum perawatan (relaps). Studi terhadap  perubahan pasca perawatan menunjukkan bahwa  pergerakan gigi tertentu akan selalu terjadi. Pendekatan ini ditunjang oleh studi histologi yang menunjukkan serabut periodontal suprakrestal masih tertarik/tegang dan dapat  berubah letak selama lebih dari 7 bulan setelah  pergerakan gigi dengan peranti ortodonti dihentikan. 1  Periode retensi merupakan periode yang  penting dalam keseluruhan perawatan ortodonti. Hampir semua kasus memerlukan peranti retensi, kecuali beberapa kasus tertentu, misalnya gigitan terbalik anterior satu atau dua gigi. Pada kasus tersebut, apabila gigitan terbalik telah terkoreksi maka tidak diperlukan  peranti retensi karena gigi akan tertahan oleh antagonisnya sehingga tidak mungkin kembali ke posisinya yang semula. Kasus maloklusi yang lain baik yang dirawat dengan peranti cekat maupun lepasan, umumnya membutuhkan  peranti retensi untuk mendapatkan stabilisasi  jangka panjang baik dental, skeletal maupun muskular. Suatu studi di Inggris menunjukkan  bahwa periode retensi umumnya berlangsung selama 12 bulan. Dianjurkan periode retensi minimal adalah 7 bulan, tetapi variasi lama fase retensi dapat dimodifikasi sesuai keadaan individu pasien. Hal ini sehubungan dengan  penyebab relaps umumnya adalah multifaktorial. 2 Ortodontis di Amerika menganjurkan pemakaian peranti retensi terus menerus paling tidak selama 9 bulan, dilanjutkan dengan pemakaian paruh waktu setelahnya. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi fase retensi adalah faktor periodontal, meliputi kondisi tulang, ligamentum periodontal dan remodeling serabut gingival. Faktor lain adalah: faktor pertumbuhan pasca perawatan, adanya kebiasaan jelek yang berlangsung 6-8 jam sehari, serta maturasi normal termasuk  berkurangnya perimeter lengkung. 3  Ada beberapa macam peranti retensi, diantaranya adalah: peranti retensi lepasan yang terbuat dari akrilik dengan berbagai modifikasinya, peranti retensi cekat, serta  peranti retensi transparan ( clear retainer  ). Survei pada dokter gigi tentang macam peranti retensi yang digunakan menunjukkan bahwa di rahang atas peranti retensi yang sering diminta adalah peranti retensi Begg and Hawley, sedangkan peranti retensi cekat paling sering digunakan di rahang bawah. 4  Penelitian tentang stabilitas gigi pasca pemakaian berbagai macam  peranti retensi terbatas karena sulitnya mencari data pendukung yang memadai. 5  Tujuan  penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui  beberapa macam peranti retensi dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing agar operator dapat memilih peranti retensi yang diinginkan sesuai dengan kasus yang dihadapi. Peranti retensi cekat Peranti retensi cekat berupa kawat busur yang dicekatkan pada bagian lingual gigi, paling sering pada lingual 6 gigi anterior (Gambar 1). Sejak diperkenalkan teknik perlekatan langsung dalam bidang ortodonti, peranti retensi cekat cukup banyak diminati oleh ortodontis. Peranti retensi cekat banyak diindikasikan setelah koreksi gigi yang rotasi dan untuk mempertahankan lebar antar kaninus. Peranti ini diperlukan bila direncanakan suatu fase retensi  jangka panjang. Regio yang paling mudah relaps adalah regio anteroinferior. 2  Kawat retensi untuk peranti retensi cekat haruslah  benar-benar pasif dan dipasang dengan tepat karena adanya tekanan yang tidak diinginkan akan menimbulkan kegagalan fase retensi. Gambar 1 . Peranti retensi cekat  Journal of Dental Technologi Vol 4. No.1 January  –  June 2015 : 1 - 7 3 Beberapa keuntungan peranti jenis ini adalah terpasang cekat, memenuhi faktor estetik, tidak tampak dari luar dan dapat mencapai stabilitas hasil tanpa tergantung pada sifat kooperatif pasien. 6  Retensi jenis ini jarang menimbulkan keluhan, tetapi kadang-kadang  juga dapat menyebabkan kerusakan biologis. Ditemukan 4 tahun setelah perawatan ortodonti,  peranti retensi lingual yang patah bisa mengakibatkan torsi akar ke bukal, sehingga apeks gigi bagian bukal hampir keluar dari tulang. Oleh karena itu dokter gigi harus mengetahui komplikasi yang mungkin terjadi dan memberi tahu pasien agar apabila terjadi gangguan pada peranti retensi cekat dapat segera memberi tahu dan operator dapat segera mengatasinya. 7  Ada 2 macam kawat busur untuk peranti retensi cekat yaitu buatan pabrik dan dibuat sendiri disesuaikan dengan geligi pasien. Yang  buatan pabrik tersedia dalam berbagai jenis, ukuran dan model. Umumnya terbuat dari suatu kawat 0.036’’ dengan kedua ujungnya berupa  basis metal yang disoldirkan. Ujung berbasis metal ini dilekatkan pada aspek lingual gigi kaninus. Yang buatan sendiri umumnya dari kawat berpilin/ twisted wire . 2  Penelitian menunjukkan bahwa indeks  plak, indeks gingival dan indeks kalkulus lebih tinggi pada peranti retensi cekat yang disemen  pada ke enam gigi anterior. Selain itu 58% responden berpendapat bahwa peranti retensi yang disemen pada ke enam gigi anterior kurang nyaman dipakai dan 54% responden lebih menyukai peranti retensi yang disemen hanya  pada regio kaninus. 8  Problem sulitnya melakukan  flossing   pada pemakai peranti cekat diatasi dengan memodifikasi bentukan kawat  busur sedemikian sehingga  flossing   masih dapat dilakukan. 9  Dalam hal ini dibuat tekukan di atas  papilla insisiva dan kaninus sehingga benang gigi dapat lewat dengan bebas. Dari sudut pandang dokter gigi, peranti retensi cekat memerlukan perhatian dalam hal kebersihan mulut (55%), penyakit periodontal (27%), lama pemakaian (15%), resiko karies (9%), perlunya restorasi (8%), serta perlunya  perbaikan/reparasi (6%). Patah dapat terjadi karena trauma intraoral karena menggigit  benda/makanan keras. Penyebab ekstra oral dapat berupa trauma eksternal ataupun sifat  bahan yg kurang baik ( material error  ). 10   Peranti retensi lepasan akrilik Gambar 2. Peranti retensi   Hawley Ada beberapa macam peranti retensi lepasan akrilik, diantaranya peranti retensi wraparound   dan peranti retensi Hawley dengan  berbagai macam variasinya. Sejak dipublikasikan di Amerika Serikat pada tahun 1919 oleh Dr. C.A. Hawley, peranti retensi Hawley (Gambar 2) telah menjadi peranti retensi yang paling umum dipakai. 11,12  Desain peranti umumnya sederhana, hanya terdiri atas busur untuk mempertahankan bentuk lengkung geligi, cengkeram retensi dan plat akrilik. Busur labial dapat juga dibuat mengikuti kontur gigi anterior (  fitted labial bow ). Busur labial juga bisa ditutup akrilik dengan warna dentin sehingga  busur lebih akurat mengikuti kontur permukaan gigi anterior dan memenuhi syarat estetik. Cengkeram yang digunakan juga bisa dari yang sederhana semacam cengkeram bola, cengkeram C, cengkeram arrow sederhana, cengkeram Adams ataupun cengkeram lain yang lebih rumit. 2  Meskipun demikian, peranti ini dapat dimodifikasi agar menjadi peranti aktif untuk menggerakkan gigi. Hal ini diperlukan bila masih diperlukan sedikit pergerakan gigi atau telah terjadi sedikit relaps. Misalnya dengan mengaktifkan busur labial yang ada ataupun memberi pegas tambahan. Plat akrilik umumnya dibuat kontak dengan palatal gigi insisif, kecuali  pada bagian yang memerlukan sedikit  pergerakan gigi. 13  Kesulitan yang timbul dengan peranti ini adalah adanya gangguan  Journal of Dental Technologi Vol 4. No.1 January  –  June 2015 : 1 - 7 4  bicara pada saat awal pemakaian, estetik kurang memuaskan, dan sangat tergantung pada kerjasama pasien dalam memakai peranti. 14  Peranti retensi dari bahan akrilik yang lain adalah wraparound   atau peranti retensi Begg. Peranti ini berupa busur kontinyu dengan lup untuk adjustment   sehingga tidak perlu ada cengkeram pada gigi molar. 13  Peranti retensi ini sering dipakai pada kasus pencabutan premolar. Busur bagian bukal menyusuri kontur bukal insisif, kaninus, premolar dan kontur servikal molar, menyatukan semua gigi yang ada untuk mencegah sisi pencabutan terbuka kembali. Keuntungan peranti retensi jenis ini diantaranya adalah pada waktu dipakai tidak mengganggu oklusi dan semua gigi dapat berkontak baik dengan antagonisnya. 2,15   Removable vacuum formed retainer/Clear retainer Gambar 3.   Vacuum formed retainer Peranti retensi ini tidak kentara apabila dipakai ( invisible ) 13  dan diperkenalkan pertama kali oleh Robert Ponitz dari Michigan. Peranti ini cukup efektif untuk mempertahankan posisi apikal gigi insisif dan gigi rotasi yang sudah terkoreksi. Peranti dibuat melingkupi keseluruhan lengkung geligi (Gambar 3). Umumnya peranti ini dibuat dari selembar bahan semacam plastik yang dipanaskan dan dipres  pada permukaan model kerja. Peranti ini dapat  bersifat aktif apabila dilakukan sedikit reposisi gigi pada model kerja. 16  Peranti retensi dari bahan termoplastik cepat menjadi populer sebagai peranti retensi ortodonti. Pasien umumnya lebih suka memakai  peranti retensi yang tidak kelihatan dari pada  peranti retensi Hawley 17  Keuntungan peranti ini adalah biaya pembuatan yang cukup murah,  pembuatan mudah, serta pasien mudah menerima dan merasa nyaman. Selain itu peranti ini tidak mengandung logam dan retensi cukup  baik. Kekurangan lain adalah memerlukan waktu kerja di laboratorium, dapat menyebabkan sedikit gigitan terbuka, sangat bergantung pada kesediaan pasien memakai peranti, dengan  pemakaian terus menerus dapat merubah warna dan menimbulkan bau yang kurang sedap, ketahanan peranti biasanya hanya sekitar 8-12  bulan, serta dapat patah bila terkena tekanan oklusi. Penelitian yang dilakukan di Shanghai menunjukkan bahwa insiden patahnya vacuum  formed retainer   adalah sebesar 24%. 18  Sampai sekarang belum ada standar ketebalan peranti retensi jenis ini. Ketebalan  bervariasi dari 0,75 mm, 1 mm dan 1,5 mm 17  Ada beberapa macam peranti retensi jenis ini, diantaranya peranti Essix dan peranti Osamu dengan berbagai modifikasinya. Peranti retensi Essix diperkenalkan oleh Dr. Jack Sheridan pada tahun 1993, umumnya dengan ketebalan 0,75 mm dan terbuat dari lembaran co-polyesther thermoplastic . Ada 2 macam peranti Essix yaitu tipe A dan tipe C. Peranti tipe A dibuat sesuai  bentuk gigi kaninus kanan sampai kaninus kiri. Dengan demikian, akan mengurangi bulk   dan gigi bagian posterior dapat berkontak penuh. 19 Melalui proses vakum, lembaran termoplastik yang dipakai akan berkurang ketebalannya sampai kira-kira setengahnya, sehingga sesuai dengan resiliensi periodontal ligamen. Peranti tipe C dibuat sampai gigi molar. Peranti retensi Osamu diperkenalkan oleh Dr. Yoshii Osamu, terdiri dari 2 lapisan yang melingkupi seluruh lengkung geligi beserta sebagian mukosa alveolar. Bagian yang dekat dengan gingiva adalah lapisan silikon/asetat dengan ketebalan 1,5 mm yang bersifat fleksibel/lunak, sedangkan bagian yang dekat dengan oklusal gigi terbuat dari bahan yang lebih kaku/keras dengan ketebalan 0,5 mm atau 0,75 mm. 15  Peranti retensi Osamu bisa dibuat  pada semua gigi yang ada ataupun hanya dari kaninus kanan ke kaninus kiri. PEMBAHASAN Setelah perawatan ortodonti selesai, umumnya gigi masih dalam keadaan belum stabil dan harus dipertahankan pada posisi
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x