Documents

Notel apel pagi puskesmas

Description
Description:
Categories
Published
of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Transcript
  Current Biochemistry CURRENT BIOCHEMISTRYISSN: 2355-7877Homepage: http://biokimia.ipb.ac.idE-mail: current.biochemistry@gmail.com 129 Antimicrobial Activity of  Allium chinense  G. Don. (Aktivitas Antimikrob Ekstrak Bawang Batak (  Allium chinense  G. Don.)Frans Grovy Naibaho 1 , Maria Bintang *1 , Fachriyan Hasmi Pasaribu 2 1  Department of Biochemistry, Bogor Agricultural University, Bogor, 16680, Indonesia 2  Departement of Animal Infectious Disease and Veterinary Public Health, Bogor Agricultural University, Bogor, 16680, Indonesia Received : 11 June 2015; Accepted: 22 October 2015Corresponding author: Prof. Dr. Maria Bintang, MS; Departemen Biokimia, Jl. Agatis Gd. Fapet Lt. 5, Wing 5, Bogor 16680; Telp/Fax. +62251-8423267; E-mail: maria_bintang@yahoo.com  ABSTRACT   This study aims to analyze antimicrobial activity of Allium chinense G. Don extract against  Eschericia coli, Salmonella typhi, Staphylococcus. aureus, Bacillus subtilis and Candida albicans, and to examine the active compounds. Allium chinense G. Don was extracted using maseration meth-od and treated with ethanol 70% (v/v), ethanol 96% (v/v), ethyl acetate, n-hexane, and aquadest.  Antimicrobial activity assay was conducted using agar difusion method and compounds analysis using Gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS). Antimicrobial activities assay showed that all extracts could inhibit microbial growth. Ethyl acetate extract has the highest antimicrobial acti-vity against all the microbial test. Minimum inhibitory concentration (MIC) of ethyl acetate extract against C.albicans B. subtilis, E. coli, S. aureus, S. typhi was 25, 100, 250, 250, 1000 mg ml  -1  respec-tively. As many as 25 compounds were derived from GC-MS analysis and most of them were known as the antimicrobial compounds. This study revealed that Allium chinense G. Don contains biologically active compunds as antimicrobial agent particularly anti-Candida.  Keywords : Allium chinense G. Don, antimicrobial, ethyl acetate extract, GC-MS analysis Volume 2 (3): 129 - 138  ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antimikrob ekstrak umbi bawang Batak (Allium chinense G. Don.) terhadap Eschericia coli, Salmonella typhi, Staphylococcus aureus, Bacillus sub-tilis dan Candida albicans, sekaligus mengetahui komponen senyawa aktifnya. Bawang Batak dieks-traksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, etanol 96%, etil asetat, n-hek- sana dan akuades. Uji aktivitas antimikrob dilakukan menggunakan metode difusi agar dan analisis komponen senyawa menggunakan Gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS). Pengukuran aktivitas antimikrob menunjukkan bahwa semua ekstrak memiliki aktivitas antimikrob. Aktivitas an-  130 timikrob ekstrak etil asetat paling tinggi dibandingkan ekstrak lain. Konsentrasi hambat minimun (MIC) ekstrak etil asetat terhadap C. albicans, B. Subtilis, E. coli, S. aureus, S. typhi adalah 25, 100, 250, 250, 1000 mg ml  -1 . Berdasarkan hasil analisis GC-MS diperoleh 25 komponen senyawa yang se-bagian besar diketahui merupakan senyawa antimikrob. Penelitian ini membuktikan bahwa bawang  Batak (Allium chinense G. Don) mengandung senyawa bioaktif sebagai agen antimikrob terutama  sebagai anti-Candida.  Kata kunci  : Allium chinense G. Don, analisis GC-MS, antimikrob, ekstrak etil asetat  1. PENDAHULUAN  Salah satu  genus  tumbuhan yang terke-nal dan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah  Allium . Genus  Allium  terdiri atas 280 lebih spesies yang tersebar di seluruh dunia (Robinowitch 2002). Sebagian besar genus ini digunakan oleh masyarakat sebagai bumbu ma-sakan dan obat tradisional.  Allium  banyak di-manfaatkan sebagai antimikrob dan antijamur. Di samping itu, Allium juga digunakan dalam  preservasi makanan untuk menggantikan se-nyawa kimia yang banyak digunakan di industri makanan. Berbagai senyawa antimikrob dari ge-nus ini telah lama dikenal seperti allicin, dial-lyl disulfida, ajoene,  dan 3-(  Allyltrisulfanyl  )-2- amino-propanoic acid  . Tanaman  Allium  dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus dan parasit (Kyung 2012). Senyawa antimikrob yang diteliti dari ekstrak  Allium diyakini mampu membantu me-nyelesaikan permasalahan resistensi mikrob  patogen yang timbul akibat pemakaian antibio-tik. Resistensi mikrob timbul dari paparan se-nyawa antibiotik secara terus menerus sehingga menyebabkan materi genetik mikrob termutasi dan kebal terhadap senyawa antibiotik (Yasni 2013). Aktivitas antimikrob dari  Allium  telah  banyak diteliti karena berpotensi sebagai an-tibakteri dan antijamur maupun pengawet makanan. Jenis tanaman  Allium  seperti  Allium  sativum, Allium cepa, Allium tuberosum, Al-lium ascalonicum, Allium minutiflorum  sangat gencar diteliti. Hannan et al  . (2010) melaporkan  bawang merah (  Allium cepa ) diketahui memi-liki aktivitas antibakteri terhadap isolat klinik Vibrio cholerae . Ekstrak bawang putih (  Allium  sativum ) memiliki aktivitas antibakteri terhadap  bakteri  Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Pseudomonas aeru- ginosa  (Abubakar 2009). Senyawa allicin dan  produk transformasi seperti dialil polisulfida dan ajoen e dari  A. sativum  memiliki aktivitas antivirus (Weber et al  . 1992). Rattanachaikunso- pon & Phumkhachorn (2009) menguji aktivitas antimikrob dari  A. ascalonicum (shallot)  dalam menghambat bakteri patogen pada makanan. Salah satu tanaman yang telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia khu-susnya suku Batak adalah bawang Batak (  Al-lium chinense  G. Don.). Bawang Batak atau lokio merupakan tumbuhan bawang-bawangan yang tidak jauh berbeda dengan bawang kucai (  Allium tuberosum ). Bentuk morfologi daun dan umbinya sama tetapi ukuran bawang Batak le- bih kecil daripada bawang kucai. Bawang Batak merupakan tanaman pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat Sumatera Utara sebagai bumbu masakan, sayuran dan obat. Berdasarkan studi  Naibaho - Aktivitas Antimikrob Bawah Batak terhadap Bakteri Patogen dan C.albicans  131literatur, sampai saat ini masih minimnya pene-litian tanaman bawang Batak terutama infor-masi mengenai senyawa antimikrob dari ekstrak tanaman bawang Batak. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengevaluasi aktivitas antimik-rob dari umbi tanaman bawang Batak terhadap  beberapa mikrob patogen serta menganalisis se-nyawa aktifnya. 2. METODOLOGI  Umbi bawang Batak diperoleh dari  perkebunan di Sidikalang, Sumatera Utara, In-donesia. Tanaman bawang Batak diidentifikasi di Herbarium Bogoriense, Balitbang Biologi-LIPI Bogor. Umbi bawang Batak diiris sampai ketebalan ± 5 mm, kemudian dikeringkan di oven pada suhu 50°C selama 6 jam hingga di- peroleh berat akhir yang konstan. Umbi bawang Batak yang telah kering kemudian dihaluskan dengan menggunakan blender   dan disaring hingga menjadi bubuk (simplisia). Sebanyak 25 gram simplisia diekstraksi dengan metode maserasi mengunakan pelarut etanol 70% (v/v), etanol 96% (v/v), etil asetat teknis, n-heksana teknis dan akuades masing-masing sebanyak 250 ml selama 3 hari pada suhu ruang. Kemu-dian disaring dan dipekatkan dengan rotavapor vakum pada suhu 60°C. Uji aktivitas antibakteri dan anti- can-dida albicans  dilakukan dengan metode difusi agar. Beberapa spesies bakteri patogen seperti  E. coli, Salmonella typhi, S. aureus, Bacillus  subtilis dan khamir Candida albicans  diperoleh dari koleksi Laboratorium Bakteriologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Inokulan ditumbuhkan  pada media  Nutrien Agar   (NA) (Oxoid TM ) untuk  bakteri dan media  Potato Dextrose Agar   (PDA) (Difco TM USA) untuk Candida albicans . Biakan  bakteri dan C. albicans  kemudian diencerkan dengan NaCl 0.85% menggunakan metode Mc-Farland 0.5. Sebanyak 0.1 ml masing-masing suspensi bakteri yang telah diencerkan kemu-dian dicampurkan ke dalam 20 ml media  Muel-ler-Hinton Agar   (MHA) (Oxoid TM ) suhu ± 45°C lalu dituang ke cawan Petri. Untuk C. albicans , 0.1 ml biakan dicampurkan ke dalam 20 ml me-dia PDA suhu ± 45°C lalu dituang ke cawan Pe-tri. Setelah padat, media dilubangi dengan cork borrer   berdiameter 5,7 mm. Kemudian ekstrak etanol 70%, etanol 96%, etil asetat, heksana dan air dimasukkan masing-masing sebanyak 50 μL dengan konsentrasi 1000 mg ml -1  ke dalam lu- bang. Kloramfenikol dilarutkan dengan akuades steril dengan konsentrasi 60 μg ml -1  sebagai kontrol positif untuk bakteri, nistatin 60 μg ml -1  untuk C. albicans  dan DMSO (  Dimethyl sulfox-ide ) 10% (v/v) sebagai kontrol negatif. Selanjut-nya diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Zona bening yang terlihat di sekeliling lubang diukur menggunakan jangka sorong. Ekstrak yang menunjukkan aktivitas antimikrob tertinggi selajutnya diuji, untuk me-nentukan konsentrasi hambat minimum (KHM). Prosedur penentuan KHM dilakukan menggu-nakan metode difusi agar dengan prosedur sama seperti yang telah dijelaskan pada uji aktivitas antimikrob. Ekstrak teraktif dibuat menjadi be- berapa konsentrasi yaitu 10, 25, 50, 100, 150, 250, 500 mg ml -1 . Sebanyak 50 μl ekstrak dima -sukkan ke dalam sumuran. Kloramfenikol (60 μg ml -1 ) sebagai kontrol positif untuk bakteri, nistatin sebagai (60 μg ml -1 ) kontrol positif un-tuk C. albicans  dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Selanjutnya diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Zona bening yang terbentuk di sekeliling sumuran diukur menggunakan jangka sorong. Curr. Biochem.  2 (3): 129 - 138  132 Aktivitas antimikrob ekstrak yang pa-ling besar diuji fitokimia untuk mengetahui kandungan flavonoid, alkaloid, saponin, tanin dan triterpenoid-steroid. Semua uji fitokimia dilakukan menurut Harborne (1996). Senyawa triterpenoid-steroid diuji menggunakan reagen Lieberman Burchard. Reaksi campuran akan menghasilkan warna hijau yang menunjukkan adanya senyawa triterpenoid dan steroid. Senya-wa alkaloid diuji menggunakan reagent Mayer, Dragendrof dan Wagner secara berturut-turut. Senyawa golongan saponin diuji dengan me-manaskan ekstrak dalam akuades. Campuran ke-mudian dikocok. Adanya saponin diindikasikan dengan terbentuknya busa. Tanin diuji dengan memanaskan ekstrak dalam akuades kemudian campuran disaring. Filtrat direaksikan dengan FeCl 3  1% (w/v). Adanya tanin diindikasikan oleh terbentuknya warna hijau gelap atau biru gelap. Senyawa flavonoid diuji dengan memanaskan ekstrak dalam akuades dan disaring. Filtrat ke-mudian direaksikan dengan H 2 SO 4  (10% w/v). Adanya flavonoid ditandai oleh terbentuknya warna merah. Identifikasi komponen senyawa dari ekstrak bawang batak dianalisis menggunakan GC-MS Pyrolysis. Senyawa yang diidentifi-kasi dengan GC-MS adalah ekstrak etanol 70% karena memiliki nilai rendemen dan aktivitas antimikrob yang tinggi. Kondisi GC-MS untuk analisis adalah:Merek : Shimadzu tipe GCMS- QP2010Gas pembawa : HeliumDetektor : MS (  Mass Specto- meter  )Jenis kolom : Capiler type Phase  Rtx- 5MSPanjang kolom : 60 mDiameter kolom : 0.25 mmSuhu kolom : 50°C  Inlet Press  : 101.0 kPaLaju alir : 0.85 ml/menit Split ratio  : 50Suhu  MS interface  : 280°CSuhu ion source : 200°CSuhu  pyrolysis  : 400°C Tabel 1 Zona hambat ekstrak bawang batak terhadap mikrob uji Ekstrak Zona hambat pada mikrob uji (mm)  E. coliS. typhiS. aureusB. subtilisC. albicans Etanol 96%7.07 ± 0.33Tidak menghambat8.41 ± 1,088.58 ± 0.2717.65 ± 0Etanol 70%8.20 ± 0.996.45 ± 0.407.25 ± 0.5210.42 ± 0.1513.51 ± 0.32Etil asetat10.84 ± 06.54 ± 0.0910.03 ± 0.0413.55 ± 0.1718.32 ± 0.66 N-heksana10.38 ± 0.566.27 ± 0.099.83 ± 0.4812.32 ± 0.4118.02 ± 0.64Air6.41 ± 0.41Tidak menghambat8.40 ± 0.929.30 ± 1.0114.32 ± 0.55Klo a 18.14 ± 012.14 ± 013.65 ± 011.06 ± 0.08- Nis  b ----15.34 ± 0DMSO 10% c Tidak menghambatTidak menghambatTidak menghambatTidak menghambatTidak menghambat a Kloramfenikol (60 μl/ml) kontrol positif untuk bakteri,  b  Nistatin (60 μl/ml) kontrol positif untuk Candida albicans , c DMSO 10% sebagai kontrol negatif.  Naibaho - Aktivitas Antimikrob Bawah Batak terhadap Bakteri Patogen dan C.albicans

wrgfjjlm

Oct 8, 2019
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x